Minggu, 13 November 2011
pagi yang kesiangan,.
jam menunjukan pukul 07.15 saat mentari mulai masuk dan mengusik tidur gue ( sebenarnya ga gitu sih,yang bener gue bangun gara-gara bokap nanyain stnk yang kemaren gue pake hehe ) ,gue beranjak dari tempat tidur dan setengah sadar gue ke kamar mandi buat cuci muka,ya sekedar menyegarkan aja sih,males juga gue mandi pagi.tiba-tiba perut gue bunyi,seperti ada genderang yang bergerumuh ,gue ngerasa aneh ( kok begitu ya suaranya ) gue dengar lebih seksama " dung dung turunkan dinasti orde lama,kami tidak sejarahtera,kami kelaparan " ( bujut dah, suara demo di perut gue ) wah wah kaum cacing urban pada demo nih,pikir gue.sial nih cacing udah numpang,nuntut kesejahteraan lagi minta di empanin,gue aja kadang makan pake kerupuk kecap doang ( bukan karena ga mampu,tapi itu favorit gue :) ) melihat gelagat pemberontakan di dalam tubuh yang gue pimpin,gue akhirny mengambil tindakan untuk membubarkan masa kaum cacing urban. " ah gue nemu ide " lalu gue coba melompat-lompat ,berharap memberikan efek gempa di dalam perut gue dan benar saja terdengar riuh suara dalam perut gue " waaaaaa,. gempa ada gempa,cepat berlindung " " mana team evakuasi cepat-cepat utamakan anak-anak,wanita dan orang tua " " argghh mamah tolong-tolong,aku tertimpa kulit pisang "terdengar jeritan parau ( loh sejak kapan di dalam lambung gue ada kulit pisang, seumur-umur ga pernah gue memasukkan benda asing tersebut melalui kerongkongan gue ,..aneh )
gue menyeringai,senyum kemenangan terpancar,raut muka yang berubah mirip menjadi seperti moammar khadafi pemimpin otoriter libya yang baru-baru kemaren di jatuhkan dari kursi kekuasaannya dan di bunuh oleh rakyat nya sendiri,karena cara kepemimpinannya ( mengerikan, mudah-mudahan gue ga seperti itu ), " mampus lu cacing " gue mengumpat dengan khusyuk, tak cukup sampai situ,di meja gue ngeliat teh manis dengan gelas ukuran besar,gue ambil dan langsung gue tenggak glek,glek,glek,..,terdengar riuh kembali dari dalam perut gue " tsunami,tsunami,cepat pergi ke dataran yang lebih tinggi," "ayo nak cepet lari kesini,..yang lain tolong bantu ibu-ibu dan para lansia yang lain " mendengar itu semua gue tertawa hahahaha gile lu,..dan gue lebih tertawa lagi masih ada aja yang mau baca tulisan ga jelas gue hahahaha :P.
gue ngerasa pusing banget,gue daratkan pantat gue di kursi kayu dan memainkan remote tv,mencari chanel bermutu.dan ternyata kalo pagi acara tv indonesia gak bermutu banget ( kecuali berita atau ceramah agama ye ) gimana gak bermutu,acara hampir beberapa televisi menampilkan acara musik-musik konser gitu,inbox lah,dahsyat. bukan gue memvonis itu program acara gak bermutu,tapi gue bingung aja,gue ngeliat dari kaca televisi jadul gue,di situ seorang penyanyi yang berada di atas panggung sedangkan di bawah panggung tuh remaja-remaja yang megangin hp mencoba memotret artis idola nya ( tau juga dah tuh hp siapa ?? ) dan dengan muka rata tampang baru bangun tidur,gue liat ada beberapa orang yang belek nya masih nyangkut. gue bersyukur dalam hati ( alhamdulillah gue gak seperti itu,bangun tidur gak langsung ke tempat publik yang dapat mengexpose raut wajah gue,dan paparazi bisa dengan leluasa mengambil foto keren gue baru bangun tidur hehe ) sebenernya bukan itu sih yang gue komentarin,yang jadi pertanyaan besar gue, kenapa anak-anak abg yang rata-rata cewek itu dengan kisaran umur belasan tahun ada di situ,kenapa? bukannya di sekolah memakai seragam,duduk manis dan mengikuti pelajaran di sekolah..putus sekolah gitu? ga mungkin,handphone keren-keren banget buat ambil pose artis-artis idola mereka,.sekolah masuk siang gitu? kompak banget,tuh penonton pada teman satu sekolah kali ya,..
gue bingung,salah satu realita pendidikan di indonesia itu begitu,dan itu semua seperti mengakar menjadi budaya,pembelian ijazah buat pencalonan diri jadi pejabat,budaya mencontek di kalangan siswa sampai mahasiswa,.buat masalah nyontek gue ada pendapat sendiri nih,menurut gue mencontek itu kreatif cuma buruk,coba deh di ubah pola pikirnya dari mencontek menjadi orang yang memberi contekan,otomatis donk kita bakal menjadi orang yang produktif,ngasih contekan ke temen salah kan gak enak tuh jadi mau ga mau kita harus belajar tuh biar bisa memberi contekan yang benar.coba kita ubah pola pikir kita,memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima. coba pola pikir bangsa ini seperti itu pasti maju. tapi nyatanya bangsa ini tak seperti itu prinsipnya " menerima hutang luar negeri sebanyak-banyak,memberikan pinjaman ke negara lain mah boro-boro kagak ada,.utang aja numpuk,. "
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar