Rabu, 16 November 2011

genangan yang di tinggalkan sang hujan.,

hujan selalu memberikan cerita berbeda,.dan hujan terkadang membawa diri ini flashback ke masa lalu,mengenang saat masa kecil,melihat di balik jendela memandang iri keluar melihat teman-teman bercengkrama dengan hujan,. siang tadi hujan sudah cukup lama berhenti saat gue melangkahkan kaki keluar rumah untuk berangkat kerja,genangan air tumbuh di antara tanah yang basah,dengan malas gue keluarin vespa gue dan menyalakan mesin. " ehm malas banget berangkat kerja hari ini " pikir gue,dengan paksa akhirnya gue membawa tubuh ini untuk berangkat kerja. vespa gue melaju dengan santai,drrrtttdttt gue biarkan suara vespa masuk ke gendang telinga gue,gue resapi bagai alunan syhmpony indah uyang berpadu dengan sejuknya cuaca setelah hujan,sesampainya di parkiran tanah becek membuat vespa gue kotor " ah bodo dah " pikir gue,gue parkir vespa gue lantas gue berjalan menuju halte untuk menunggu bus jemputan kerja gue,beberapa kali gue menghindari tanah becek dan genangan air tapi tetap saja celana gue kotor terkena genangan air. di halte ketika gue sibuk membersihkan celana gue yang kotor tiba-tiba ada suara anak kecil menyapa " bang duduk bang " gue menoleh dan menjawab " iya dek makasih " jawab gue agak acuh karena gue lagi sibuk bersihin celana gue. " nyari kerja susah ya bang " anak kecil yang tadi menyapa gue membuka pembicaraan. gue menoleh dan memperhatikannya,gue lihat kakinya tak beralas, kotor dengan tanah,tangan kirinya memegang kecrekan sedangkan tangan kanannya memegang plastik putih transparant yang memperlihatkan beberapa uang logam yang menurut gue jumlahnya gak lebih dari 2ribu rupiah. " iya dek emang susah nyari kerja,intinya sih harus sabar dan berdoa aja " jawab gue sambil mengambil sebatang rokok dari saku gue dan membakarnya. " iya bang bener " ucapnya tergagu sambil tersenyum lepas,polos seperti tanpa ada beban dalam hidupnya. " adek ngamen ?? " " iya bang,ngamen di bus-bus karyawan gitu " " dari pagi ngamennya? sekolah gak ? " " iya bang dari pagi sampe sore,ya kalo dapet 20 ribuan siangnya saya pulang dulu makan,hehe kagak sekolah bang " senyumnya selalu tulus mengembang. gue agak tersentak mendengar jawabannya,anak kecil itu tak bersekolah,padahal untuk anak seumuran dia harusnya bersekolah dan bermain dengan teman-teman sebayanya,bukan merasakan kerasnya hidup di jalan,.gue hisap rokok dalam . " ngamennya sendiri?? berani ? " " iya bang sendiri,takut sih bang cuma kan kalo berdua harus bagi hasil,jadi dikit depetnya hehe " masih saja gue liat senyum diatas kegetiran hidupnya. " iya sih dek, terus uangnya di kasih emak ? " " iya bang terus sebagian di tabung " cukup lama gue berbincang di kejauhan gue lihat bus jemputan gue dateng,gue berdiri dan menyelipkan selembar uang ke tangannya yang kecil, " nih dek buat di tabung ya ". gue berjalan menuju bus jemputan,sekilas senyum anak kecil itu masih tetap mengembang.dan bus pun perlahan melaju.gue duduk di kursi dan memasang headset , sore tugu pancoran karya iwan fals mengalun. anak sekecil itu berkelahi dengan waktu,demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu,di paksa pecahkan karang,lemah jarimu terkepal. satu pelajaran yang gue ambil dari pengamen tadi, " tetaplah tersenyum walau terkadang hidup itu sulit "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar