Rabu, 23 November 2011
kisah di balik sayap garuda
Hari ini mentari bersinar cerah ,merona.dan semesta menyambut hangat cahaya,kicau burung di padu dengan bising kendaraan bagai sebuah symphony menurut gue.dan itu semua cukup menghibur kekecewaan gue dan juga mungkin kekecewaan bangsa indonesia.ya, kami semua, gue,dan juga penduduk indonesia kecewa,kecewa atas kekalahan indonesia semalam dalam ajang asean games dalam cabang olahraga sepakbola,cabang yang paling di tunggu-tunggu,dan bergengsi karena sepak bola adalah sebuah olahraga yang banyak pecintanya,dari berbagai kalangan dan merakyat.kekalahan yang membuat kami menundukkan kepala,dan cukup membuat keluar air mata yang sudah lama tak keluar.akan tetapi kekalahan itu tetap membuat kami bangga akan bangsa kami indonesia,dan kami berharap itu semua menjadi awal kebangkitan indonesia nantinya.
Dan dari pertandingan final banyak pula cerita yang terjadi,cerita asem asin manis nya hidup.dan itu di alamin kawan gue.
Siang itu kawan gue apryan,riska dan agus berangkat menuju gelora bung karno.untuk menonton team garuda muda berlaga,jam2 siang ribuan orang sudah menyesaki stadion,padahal pertandingan baru mulai jam 7 malam.atribut merah mendominasi sekitar menusuk mata,bendera merah putih berkibar di ujung tiang diterpa angin,panas kota jakarta tak meleburkan semangat para suporter begitu pula apryan,riska dan agus,baju indonesia,tempelan bendera merah putih di pipi dan syal bertuliskan indonesia melingkar di leher. Beberapa kali apryan,riska dan agus mengambil gambar dari handphonenya untuk mengabadikan moment itu,bercengkrama dengan suporter lain dan tak henti menyanyikan lagu indonesia raya,tak peduli suara sumbang atau serak.
Jam menunjukkan pukul 5sore,tak terasa waktu terlewati,dan waktu pertandingan makin dekat. Apryan terlihat sibuk memainkan handphonenya,
“gimana pry?” tanya riska
“ tau nih ka ibu negara belum dateng juga”jawab apry cemas.apryan memang janjian bertemu dengan ceweknya di di gelora bung karno.
“Duwh pry sebentar lagi pintu udah mau di buka nih,kalo ga masuk duluan bakal desek-desekan kita “ agus angkat bicara.
“yaudah lu masuk duluan aja “ kata apry bingung
“gini aja kita masuk terus cari tempat duduk dulu aja,soalnya nati pasti rame banget ” usul riska
“ehm yaudah dewh”apry berkata dengan raut wajah ragu.
Benar saja jam setangah 6 pintu masuk baru di buka para penonton sudah berjubel berdesak-desakkan.sesak,pasokkan oksigen seperti menipis,sulit untuk bernapas,apryyan,riska dan agus berusaha menerobos masuk bersama penonton lainnya.dan akhirnya mereka berhasil,mereka mencari tempat duduk dan dapat juga bangku kosong.apry masih cemas memikirkan pacarnya,tangannya tak lepas dari handphone terus menanti kabar dari pacarnya,dia sudah tak fokus memikirkan pertandingan,yang ada di benaknya hanya kekhawatiran kepada pacarnya yang sendirian di tengah keramaian gelora bung karno.
Apry beberapa kali berusaha menelpon,tapi gagal karena di dalam stadion agak sulit sinyal dan setelah beberapa kali akhirnya tersambung. “ kamu udah dimana?” tanya apry cemas
“ aku di luar,di parkiran” terdengar nada ketakutan dari suara ceweknya apry.
“yaudah ketemu di pintu selatan stadion,aku keluar “ apry berjalan menuju pintu masuk tadi setelah sebelumnya meminta riska agar menempati kursi kosongnya.
Sesampainyya di pintu masuk ternyata pintu sudah tertutup,di gembok oleh petugas ,apry bingung dan tangannya mengacak-acak rambutnya
“ aduh “
Di lihatnya pacarnya di luar,dan mereka bertemu terpisah oleh pagar.
“ kamu gak apa-apa??” apry khawatir stadium akhir,dunia serasa berputar,matanya kunang-kunang.tak sanggup dia melihat orang yang di sayanginya berdesak-desak di antara kerumunan orang yang ingin menjebol pagar,kerumunan penonton yang coba menerobos masuk.
“ iya gak apa-apa” tangannya memegang erat tangan apry dari sela pagar.
“tapi aku takut” mata pacarnya apry yang lentik mulai terlihat mendung dan apry lebih ketakutan lagi melihat kerumunan orang di luar mulai menendang pagar. Khawatir akan kondisi pacaranya.
Apry mengeluarkan tiket masuknya dan memberikan kepada ceweknya.
“woy calo tiket lu ya!!! “ bentak seorang petugas.
“ bukan pak ini cewek saya mau masuk,pintunya gak bisa di buka lagi pak, cewek saya mau masuk” apry memelas
“udah gak bisa ,yaudah lu naek cepet “kata petugas kasar.apry tak menghiraukan perkataan petugas,tangannya tetap memegang erat tangan ceweknya.ia menatap dalam wajah orang yang di sayanginya. Tiba-tiba
“aduh “ petugas tadi melayangkan rotan mengenai tubuh apry. “ naek lu buruan “
“iya pak sebentar “ jawab apry marah di tengah kecemasan dan kebingungan.
Dan saat itu ada polisi menghampiri apry yang dari tadi memperhatikan . “itu cewek lu?”
“iya pak”jawab apry
“yaudah mending lu suruh minggir aja dari pintu gerbang,penonton di luar udah pada anarkis mau masuk jebol pagar,takutnya nanti cewek lu kenapa-kenapa,suruh pergi ke tempat aman aja,di deket mobil polisi luar situ”
“ iya pak” apry lalu menyuruh ceweknya untuk mundur
“sayang kamu mundur aja,cari tempat aman.tunggu aku di luar “cewek apry menganguk dan mencoba untuk mundur.
Pertandingan di mulai dan apry sudah tak memedulikan lagi pertandingan.ia memegang handphone di tangan kirinya dan menempelkannya ketelinga mencoba menenangkan kekasihnya,..tak di hiraukan suara gemuruh penonton yang mendukung team garuda muda, bahkan ketika seluruh isi stadion meneriakkan “goooooll”apry anggap hanya angin lalu,pikirannya hanya terfokus pada wanita yang ia puja dan sayangi.apry ter duduk lemas di dekat pintu dan seskali melihat pintu.berharap pintu sudah di buka,dan akhirnya pintu terbuka setelah pertandingan berjalan 30menitan,apry berlari keluar.melawan arus orang-orang yang ingin masuk,di luar apry bingung,berlari kesana-kesiani.mencari sosok istemewa yang mewarnai hidupnya,sepuluh menitan apry berlari tak tentu arah,akhirnya ia melihat sosok itu,tengah terduduk membenamkan kepalanya di antara dengkul.apry berlari menghampiri dan menyentuh pundak wanita pujaan hatinya,wanita itu mendongakkan kepalanya,matanya berbinar diantara air matanya melihat apry,apry tersenyum.mereka lalu berpelukan dalam,bagai seorang kekasih yang terpisah oleh samudra,bagai kekasih yang sudah lama tak berjumpa.
Lalu tangis wanita itu pecah,di biarkannya wanita yang menerangi hari-harinya menangis di pundaknya.apry mengelus lembut rambut panjangnya dan mencium keningnya mencoba menenangkan.
“aku takut “ ceweknya apry berkata tergagap di sela tangisnya
“ tenang aku udah di samping kamu,dah ya jangan nangis,jelek tau kamu kalo nangis “ apry tersenyum.ceweknya apry tersenyum.
“aku gak mau ah nonton bola lagi di stadion begini”ceweknya apry mulai reda tangisnya
“iya iya ga usah nonton bola lagi,kita dukung garuda dari rumah aja ya” ceweknya apry menganguk tersenyum.
“ eh aku ada tempelan bendera indonesia nih,aku tempelin di pipi kamu ya biar kelihatan kayak nonton kita,padahal mah gak hehe”
“ ah kamu masih bisa-bisanya becanda” ceweknya apry tersenyum manja.
Apry mengambil tempelan bendera indonesia dari kantong jeansnya dan menempelkannya ke pipi wanita yang di sayanginya.
Dan mereka menghabiskan malam itu di parkiran,hanya melihat pertandingan dari layar besar di naungi langit malam dan disinari lampu jalan. (dan benar kata kahlil gibran” wanita dalam suatu bangsa itu bagai minyak pada lampu minyak,jika minyak itu sedikit tak di hargai dan di sayangi maka nyala lampu akan redup )
Sementara itu riska dan agus berteriak-teriak dan berjoged-joged mendukung garuda muda,tak di pedulikan lagi suara yang serak dan habis.tak peduli aroma keringat bercampur parfum yang menimbulkan reaksi kimia berupa bau tak sedap.tetap setia mendukung garuda muda.
Dan walaupun akhirnya garuda muda kalah, kami tetap bangga ,walupun garuda muda terjatuh ketika hampir menyentuh putihnya awan.kami tetap bangga.dan berharap ini langkah awal untuk garuda mengepakan sayapnyanya,menjelajah tiap inchi langit dunia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar